30 Mei 2012

PES 2013: Pro-Active AI

Selagi kami duduk2 sambil memilih tempat masing2 di dlm ruangan yg cukup besar ini, sekitar 50 orang dari kami terpaku memperhatikan Tim Produksi dari PES yg berada di depan. Toru Kato, anggota dari Tim PES yg berperan sebagai penerjemah menceritakan kepada kami ttg area2 dan elemen2 penting yang akan tampil pada game tahun ini. Setiap areanya akan dijelaskan oleh 2 orang produser yg jg sdh hadir di acara penampilan perdana kali ini, yaitu NaoyaHatsumi dan ManoritoHosoda, perlahan2 dan tiba waktunya apa yang saya sebut dengan ‘Fantastic 5’.

Sebelum acara ini, kami sudah menerima press rilis yang sangat akurat sebulan yang lalu dimana hal ini bukanlah hal yang umum dilakukan di dalam industri game. Umumnya kami hanya diperkenalkan tentang idenya terlebih dahulu sehingga menimbulkan harapan2 yang terkadang tidak terjawab pada produk jadinya.

Dalam hal ini, Konami tidak menjual janji melainkan mereka secara sistematis menceritakan faktor2 penting apa yang mereka kembangkan dari PES 2012, pada dasarnya berdasarkan masukan2 dari para fans, dengan harapan mereka dapat merubah pengalaman PES secara menyeluruh. Paham ini mereka coba tunjukkan melalui presentasi yang menekankan pada 5 area penting dan Tim PES merasa perlu untuk memperlihatkannya kepada kami pada saat yang spesial ini.

Jadi, apa saja yang termasuk dalam Fantastic 5?


Pro-Active AI
Dikembangkan berdasarkan hasil yg luar biasa dari Active AI tahun lalu, kami dibawa ke berbagai peningkatan yang telah dibuat tentang bagaimana cara teammates kita berperan baik dalam situasi bertahan maupun menyerang.

Contoh pertama yg lgs menimbulkan senyum lebar di wajahku. “Tahun lalu, pemain bertahan terlalu dalam”, Hosoda menjelaskan, “Hal ini menyebabkan AI menjadi lebih mengkhawatirkan posisinya, dibanding posisi bola sehingga user terkadang sulit mengendalikan pemain dan hasilnya tidak realistis.” Banyak kesaksian dari fans ttg hal ini, mencoba berputar2 dengan bola utk menciptakan ruang, namun dalam hal menghadapi pemain bertahan yang lebih suka diam di areanya akan sulit bagi mereka untuk bisa menembus. Sekarang, AI akan fokus pada posisi bola dan terlihat lebih aktif dalam membongkar pertahanan. Hal ini menghasilkan sesuatu yang lebih dinamis dalam hal membongkar pertahanan lawan, dimana dengan lebih sering memainkan bola akan menciptakan lebih banyak peluang untuk membongkar pertahanan lawan.

Pengembangan kedua dari AI adalah antisipasi yang lebih baik dari teammates, dengan kemampuan utk menyadari ruang mana yg akan dimasuki oleh lawan. Hosoda menyebutkan demikian, “Saat bergerak, kita akan melihat para pemain tengah dan pemain belakang kita akan mengenali ruang mana yang terbuka saat kita melakukan operan2 cepat dan pergerakan dari pemain bertahan lawan.” Kami ditunjukkan beberapa contoh ttg hal ini, salah satunya memperlihatkan saat Alonso yang naik menyerang dari kedalaman ke ruang kosong setelah sebuah serangan dari satu sisi. Dengan Ozil membantu penyerangan di sisi yang lain membuat Alonso dalam posisi siap menyerang dan membuka ruang di tengah siap menerima operan.

Keputusan yang tepat juga ditampilkan saat melakukan serangan balik, dimana pemain belakang kita dapat melakukan overlap menuju ruang kosong, hasil menganalisa tingkat keberhasilan saat menerima bola dengan cepat.

Apa yang kita lihat dari contoh ini adalah sebuah penampilan sepakbola yang lebih baik dari seseorang pelaku sepakbola di lapangan, baik itu berlari terus-menerus ‘tanpa otak’ atau juga bermain dengan otak dengan melihat situasi di lapangan.








Tidak ada komentar: